2nd Rig -Part 2

Tidak pernah sekalipun terlintas penggunaan casing barebone saat home server planning. Tapi karena ketidaksabaran dalam menunggu datangnya casing bekas membuat saya mengambil keputusan untuk mendayagunakan  Aopen G326 yang sudah setahun berada digudang.

Foto diatas adalah foto Aopen G326 dalam kondisi polos tanpa drive bay. G326 hanya support motherboard M-ATX seperti casing barebone pada umumnya.

Internal  3.5″ bay terpaksa dilepas karena terbentur ukuran HSF yang agak lebar, tapi bukan masalah besar karena saya hanya menggunakan HDD 2.5″

PSU yang saya gunakan adalah PSU hasil mod dengan jerohan  Enermax EG351P-V dan casing Casetech. Keputusan untuk melakukan modifikasi ini  dilakukan karena casing Enermax EG351P-V hanya menyediakan mounting fan 8CM & 9,2CM. Sedangkan fan dengan ukuran tersebut sudah pasti berisik dan airflow rendah. Untuk itu dilakukan swapping dengan casing PSU yang mendukung penggunaan fan 12CM  supaya nantinya bisa beroperasi dengan noise minimal.

Bay eksternal sementara dibiarkan kosong

Kabel front panel yang disertakan sangat panjang sehingga menyulitkan penataan kabel. Tapi dengan adanya beberapa lubang yang bisa dimanfaatkan untuk mengikat kabel maka bisa dibilang  cable management G326 sudah cukup bagus.

Dari foto diatas bisa dilihat bahwa sisa jarak antara HSF dengan fan PSU cukup sempit (sekitar 1CM).

Enermax 351 merupakan PSU model lama (ATX 1.3) sehingga hanya menyediakan konektor 20pin saja. Bukan  masalah bagi rig yang hanya menggunakan GPU onboard karena tambahan 4pin di PSU standart ATX 2.0 keatas hanya diperlukan bagi VGA PCIE

Aopentidak memberikan mounting/converter untuk HDD 2.5″, untuk itu saya mengakalinya dengan membuat sendiri mounting dari  DVD yang sudah dipotong dan dilubangi sedemikian rupa  lalu meletakkannya disebelah motherboard dan dirapatkan dengan baut yang sudah tersedia.

Housing untuk PSU dirancang menonjol keluar dengan tujuan menghemat ruang didalam casing supaya lebih lega. PC dioperasikan via remote

HDD & Power LED diganti dengan LED merah supaya matching dengan tema warna casing.

Seperti yang sudah dijanjikan pada post sebelumnya, kali ini saya akan membuka trik penghematan daya. Tweak yang diterapkan untuk menekan konsumsi daya :

  • Disable floppy,LPT, serial, HDMI audio, integrated audio via BIOS
  • Underclock processor dari 1.8GHz ke 1.0 GHz diikuti dengan undervolt Vcore sampai 0.85v
  • Underclock IGP dari 500MHz menjadi 150MHz
  • Mengontrol fan PSU lewat motherboard
  • Mengalihkan kabel power HSF processor dari motherboard ke molex 5V
  • Set power scheme menjadi Power Saving
  • Matikan service dan install aplikasi seperlunya

Banyak tantangan yang dihadapi diawal proyek ini yang sebagian besar berhubungan dengan PSU. Salah satu contoh yang sempat membuat saya heran adalah PSU tidak mau menyala setelah PC di shutdown dihari kedua. Setelah diselidiki ternyata PSU tidak mau menyala karena kekurangan beban di rail 5V. Untuk mengatasi masalah minimum load ini  saya mengalihkan kabel power HSF dari motherboard langsung ke konektor molex 5V, alhasil PC dapat menyala tanpa hambatan.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.